Emerald Atlas (The Books of Beginning #1)

image
Kate, Michael dan Emma adalah tiga bersaudara yang berpindah dari satu panti asuhan ke panti asuhan yang lain. Hal terakhir yang Kate ingat hanyalah ketika ibu mereka menyuruhnya berjanji untuk menjaga adik-adiknya, Michael yang hanya mengingat sedikit tentang orang tuanya dan Emma yang bahkan tidak mengenal mereka sama sekali.

Kate, anak tertua yang merasa bertanggung jawab kepada ibunya untuk menjaga adik-adiknya.

Michael yang suka berpetualang di dunia khalayan yang ada di otaknya dan sangat menggemari hal yang berkaitan dengan kurcaci.

Emma, anak paling kecil yang sedikit temperamental, suka meledak-ledak sekaligus emosional dengan keadaan sekitar.

Sepuluh tahun kemudian, pencarian orang tua adopsi untuk mereka terus mengalami kegagalan karena sifat mereka masing-masing sehingga pengurus panti-pun harus memaksa mereka untuk pindah ke panti asuhan yang baru. Sampai pada akhirnya mereka dikirim ke sebuah rumah yang disebut sebagai panti asuhan meskipun hanya mereka bertiga anak yang ada di sana yang dimiliki Dr. Pym yang jarang sekali terlihat. Dan di rumah itulah misteri mulai terjadi….


Sudah 10 hari sejak terakhir bercengkerama dengan blog ini, yang entah mengapa tepat di saat waktu kerja yang lebih menyita. #plakk #alasan

Jujur, saya bingung dengan eksekusi cerita buku ini. Mungkin karena gaya terjemahan yang tidak cocok dengan jalan pikiran saya atau memang dari sananya seperti itu

Petualangan yang dimulai dari munculnya kekuatan untuk menjelajah foto sebagai titik tolak waktu, saya pernah membaca buku yang di dalamnya terdapat karakter dengan kemampuan yang sama IYKWIM, meski beda dalam penggunaannya. Selain itu John Stephens bermaksud untuk menggunakan perjalanan waktu sebagai ide cerita yang menurut saya malah menjadikannya sedikit tidak terduga karena saya malah mengharapkan kisah perjalanan hidup anak-anak ini untuk menemukan orang tua mereka sambil menghadapi mahkluk-mahkluk dari dunia lain. hahahahaha…..

Di buku ini menceritakan bahwa merubah masa lalu untuk merubah masa depan itu bukanlah hal yang besar, tapi lagi-lagi buat saya hal seperti ini sangatlah janggal. Menurut saya waktu itu seperti lingkaran ketika satu hal diubah maka akan mengubah segalanya.

Dalam hal ini Kate pergi ke masa lalu untuk merubah masa depan, apabila diputar balik maka seharusnya Kate akan datang di masa depan yang telah dia ubah sebelumnya kecuali penulis menggunakan konsep seperti yang digunakan James Dashner dalam 13th Reality-nya atau Kim Curran dengan SHIFT-nya yaitu kenyataan yang ada tidak berubah, akan tetapi bergeser dan membentuk cabang kenyataan yang lain (kurang lebih seperti itu CMIIW).

Penggambaran ceritanya sendiri juga membuat saya kebingungan, diantara Victorian dan Modern. Penyertaan kurcaci dan beberapa lainnya dalam buku ini juga membuat saya kebingungan tentang situasi yang ada. Setting yang ada di otak banyak pohon tapi tampak gersang, berkabut tapi panas, lembap tapi kering. Entahlah, otak saya mungkin sedang lelah dan mencari pelarian dari buku ini karena banyak hal yang ganjil bagi saya.

Reckoning (The Fallen #4)

image

#latepost

Kekuatan Vilma mulai menggila dan memaksa Aaron untuk mencari cara menyembuhkannya, di samping itu para penduduk Aerie bersitegang pendapat antara menyelamatkan memindahkan Aerie ke tempat yang lebih aman atau bertahan dan menghadapi Verchiel, apalagi setelah kembalinya Belphegor ke surga setelah selama ini dianggap sebagai pemimpin bagi para penduduk Aerie di bumi..

Rencana Verchiel untuk memusnahkan dunia pun semakin bulat, dengan ‘bantuan’ dari Lucifer yang dia tahan dan sisa para Archon untuk membantunya memuluskan rencana itu dengan melepaskan neraka ke dunia ini. Akan tetapi, Aaron yang dianggap oleh para malaikat yang terbuang dan nephilim sebagai Sang Penebus harus membuktikan dirinya. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk menghadapi Verchiel yang telah memporakporandakan hidupnya untuk menyelamatkan Lucifer dan Para Malaikat Terbuang lainnya. Meski pada awalnya mendapatkan pertentangan dari sebagian penduduk Aerie, akhirnya merekapun turut membantu untuk menghadapi Kekuatan.


Oke, saya akui. saya sedikit lupa karena sudah berhari-hari sejak saya menyelesaikan buku ini. Bukan ingatan saya yang jelek, tapi karena mungkin buku ini yang sedikit mudah untuk dilupakan. #ngeles

Buku ini seru, meski sedikit menggantung di akhirnya, mungkin karena itulah sang penulis memutuskan untuk melanjutkan ceritanya yang semula menjadi 4 buku menjadi 7 buku. Jadi buku inipun sudah bisa dianggap menjadi penutup dengan kekurangan di beberapa cerita yang kesemuanya terkesan menggantung.

The Fallen novels are New York Times bestsellers. The original quartet of stories was published in 2003-2004. They were reprinted with new photo covers in 2010. The next story, End of Days, was published in 2011, with Forsaken following in 2012. – http://www.sniegoski.com/fallen/books.html

Terlepas dari semua itu, cerita ‘penutup’nya seru, pertemuaan Aaron dengan sang ayah saat pertama kali dan beberapa bagian lainnya cukup sarat dengan emosi.

Saya sendiri cukup terhibur dengan seri ini setelah skeptikal hanya karena buku ini sering saya jumpai di obral. Pendapat mengenai cara penulisan dan kesan yang saya dapat sudah diwakili oleh tulisan-tulisan saya sebelumnya mengenai seri ini yang bisa dilihat di: #1: The Fallen | #2: Leviathan | #3: Aerie

Aerie (The Fallen #3)

image

Lagi….

Perburuan dimulai. Camael, Aaron berserta anjingnya Gabriel (yang diberi nama seperti nama malaikat yang dikaguminya) guna menemukan petunjuk mengenai keberadaan adiknya membuahkan hasil yaitu anak buah Kekuatan yang saat itu bermaksud membunuh malaikat buangan lainnya. Tapi bukannya menangkap dan menanyai mereka, Aaron malah kehilangan kendali atas kekuatan yang ada didalam tubuhnya dan bertarung membabi buta dan menewaskan para prajurit itu. Di saat itulah, bersamaan datang dua orang yang merapalkan mantra dan membuat mereka pingsan yang kemudian membawa mereka ke sebuah tempat yang digunakan para malaikat untuk menunggu pengampunan, Aerie.

Dengan belenggu yang mengekang mereka yang dibuat oleh dua orang yang menangkap mereka di hutan yaitu seorang malaikat bernama Lehash, dan Lorelei, seorang nephilim, anak Lehash, Camael akhirnya bercerita tentang jati diri Aaron kepada pria tua yang menjadi pemimpin mereka, Belphegor, yang tentu saja tidak mempercayai perkataannya

Sementara itu, Velchier semakin menjadi dengan ambisinya untuk membunuh Aaron yang telah membuatnya semakin menderita, dia kemudian membawa Malak yang merupakan hasil sihir perubahan para Archeon untuk menculik Vilma yang merasa menjadi gila karena mimpi-mimpinya untuk memancing Aaron supaya datang menyelamatkannya.

Aaron yang akhirnya pergi untuk menyelamatkan Vilma dan berhadapan dengan Malak dan Verchiel.

Apakah Aaron berhasil menyelamatkan Vilma? Siapakah Malak sesungguhnya dan Apakah penduduk Aerie akan menerima Aaron sebagai seorang yang ada di dalam ramalan, sebagai sang penebus?

Buku ketiga dari seri The Fallen yang ditulis oleh Sniegoski.

Dengan intensitas yang cenderung menurun dibanding buku kedua. Masih menarik untuk dibaca, tapi tingkat keseruan pada buku ini menurun. Permasalahannya sama seperti buku pertama, tidak adanya emosi seperti pada saat Aaron mendapatkan informasi mengenai siapa ayahnya atau saat dia menemukan keberadaan adiknya, Stevie yang menjadi tujuan utama di buku pertama dan keduanya, meski harus diakui kali ini tidak sekosong buku satunya.

Bila dilihat dari eksekusinya buku ini mengalami perkembangan, penulisannya lebih tertata rapi dan jelas, terlepas dari cara penerjemahan yang sedikit tidak konsisten dalam penggunaan kata/ kalimat.