The Storm Begins (History Keepers #1)

12120316_155111844838763_1674852581_n

Orangtua Jake Djones hilang, entah mereka ada di mana, dan di zaman apa. Ternyata mereka agen HISTORY KEEPERS, organisasi rahasia yang berkelana lintas waktu dan mencegah orang-orang jahat mengubah sejarah.

Sekarang, Jake harus melintasi waktu untuk mencari orangtuanya. Dari London abad ke-21, dia pergi ke Prancis abad ke-19, lalu dibawa ke Point Zero, markas besar HISTORY KEEPERS. Ternyata misi Jake bukan hanya mencari orangtuanya, dia pun harus menggagalkan rencana jahat keluarga Zeldt untuk menghancurkan dunia.

Paperback: 392 halaman
Publisher: September 2015 oleh Mizan Fantasi ( (pertama kali terbit 1 September 2011)
Original Title:The History Keepers. The Storm Begins
Language: Bahasa Indonesia
ISBN-10:
ISBN-13: 978-9794338414

Trailer #1 (The Storm Begins)
Jake Djones (Dengan huruf D yang tidak dilafalkan), seorang pemuda yang hidup seperti biasa sampai pada saat dia diculik oleh Jupitus Cole pada suatu hari. Menjalani pemeriksaan dan test. Dalam kebingungan Jake menjalani semuanya, sampai pada akhirnya jelas sudah bahwa dia adalah seorang Penjaga Sejarah, sama seperti orangtuanya, Alan dan Miriam, bibinya Rosalind dan saudaranya yang telah meninggal, Philip.Ketidakpercayaan terhadap kenyataan bahwa orang tuanya yang ceroboh sebagai orang yang terpandang di agensi itu menyelimuti Jake. Apalagi karena mereka sekarang hilang dalam suatu perjalanan waktu,

Dengan bantuan Rosalind, bibinya, Jakes mulai mempelajari tentang seluk beluk operasi yang mereka jalankan, Atomium sebagai zat yang mereka tenggak sebagai salah satu hal yang membantu mereka melakukan perjalanan sampai Kapal sebagai moda transportasi yang mereka pakai untuk melompat.

Suatu ketika sebuah kelompok mendapatkan misi untuk pergi ke Point Zero, Markas besar agensi yang menaungi mereka, para penjaga sejarah. Guna mencari orang tuanya yang hilang. Jake memutuskan untuk menyelinap ke atas kapal dan turut serta dalam perjalanan tersebut.

Akhirnya setelah sampai di masa yang dituju dan ketahuan bahwa dia menyelinap, ikut serta dalam perjalanan tersebut, keputusan pun terpecah, ada yang mengsusulkan untuk mengirimkan Jake kembali ke waktu semula. Kekacauan terjadi, tanpa disangka-sangka, kawanan berjubah mengejar anggota tim lainnya, mereka terpisah dan Nathan (salah seorang penjaga sejarah yang ditugasi pada saat itu) menyerahkan jubah yang sama kepada Jake dan menyuruh,
Siapakah kawanan itu dan apa yang mereka lakukan? Apakah Jake bisa bertahan di tempat asing itu dan berhasil menemukan orang tuanya dan kembali pulang ke masanya sendiri?

Lagi! Sebuah novel fantasi yang bertemakan perjalanan waktu. Sebut saja Gideon trilogi yang kental dengan nuansa barat tempo dulunya, The Books of Beginning dengan ceritanya yang sedikit kelam, lengkap dengan sihirnya ataupun Time Riders yang bercita rasa lebih modern dan teknologi yang lebih maju (dan bukunya yang juga lebih banyak).

Tapi diantara banyak judul yang saya baca, The Precious Stone trilogilah yang paling mirip, selain kedua penulis dan bukunya dari negara yang sama, keduanya juga menggunakan latar belakang negara/ kultur budaya yang sama, sama-sama terorganisir dalam suatu persekutuan/perkumpulan yang besar, hanya pembawa gen yang bisa melakukan perjalanan. Bedanya adalah apabila dalam History Keepers (berdasar buku pertama) adalah perjuangan untuk menjaga sejarah (anggap saja yang waktu), tujuan yang sama dengan Time Riders, pada Precious Stone lebih ke menguak konspirasi yang terjadi yang ada di dalam sebuah persekutuan.

Sayangnya pada buku ini cara perpindahan waktunya masih samar, meskipun penulis sudah menggambarkan secara maksimal. Tidak adanya efek saat dilakukannya perjalanan waktu, maka seolah hanya begitu saja, tidak meninggalkan kesan dan mudah dilupakan. Padahal bagian inilah yang membuat jatuh cinta sama tema ini. Sebuah konsep dan cara yang jelas. Bukan berarti dalam buku ini penggambaran tidak jelas, tetapi lebih ke kurang jelas, membutuhkan imajinasi pembacanya.

Gaya penulisannya sendiri saya cukup suka, alur yang cepat dan gampang dicerna. Bagian awal dibuat lebih cepat dibanding bagian lainnya, dibuat semisterius mungkin dengan meminimalisir informasi yang diberikan saat pemeriksaan Jake Djones yang dilakukan Jupitus Cole. Ceritanya juga bisa dinikmati dan memiliki keseruan tersendiri, ketegangan yang naik turun dan banyaknya hal yang mengejutkan dan membuat penasaran. Mudah-mudahan saja semua bukunya diterbitkan disini karena banyak misteri yang ditinggalkan pada akhir buku pertamanya.

Karakter pada buku ini terlalu banyak untuk permulaan, masih terlalu lemah dalam penggambaran tokohnya (meski dapat dimaklumi mengingat ini buku pertama dalam seri ini), saya harap pada buku selanjutnya penulis akan menuliskan tugas dan kewajiban dari para karakter tersbut sehingga tidak hanya sebagai ‘tempelan’ belaka, dan dihidupkan dengan tujuan tertentu. Pengutipan sejarahpun hanya sedikit dan digunakan untuk membangun cerita, karena untuk sementara ini penulis seolah hanya mempergunakannya sebagai latar. Konsekuensi terhadap masa depan juga belum berimbas dan belum terlihat jelas.

Mungkin ini terdengar aneh, tapi dengan banyaknya hal yang terjadi diatas, rasa penasaran saya juga semakin besar tentang apa yang akan dilakukan penulis terhadap kelanjutan ceritanya. Sekali lagi, mari berharap penerbit mau berbaik hati menyelesaikan tugasnya, menerbitkan seri ini sampai akhir 😀

Edisi lain:

136378341362948213600836

14739538157187521785535713617467


Wallpaper:

wallpaper_jake_1440x900wallpaper_topaz_1280x1024


Others:

Cover #2 (Circus Maximus) dan #3 (Nightship to China) (Might be contain spoiler)

UntitledTrailer #2 (Circus Maximus) (Might be contain spoiler)

Trailer #3 (Nightship to China) (Might be contain spoiler)


Buku lain:

12120489_435123110007066_95142334_n 11208603_384391455079361_683787011_n 11376236_654402521327927_97422150_n wpid-img_20150319_183519.jpg wpid-img_20150207_163526.jpg wpid-img_20150121_155907.jpg

The Last Dragonslayer (Chronicles of Kazam #1)

11349354_486110211549424_895027724_n“Jangan biarkan seseorang memberitahumu bahwa masa depan sudah tertulis. Tergantung kita untuk menerima masa depan begitu saja atau mengubahnya.”

Dahulu kala, para penyihir adalah kalangan terhormat yang melakukan hal-hal hebat seperti menyelamatkan kerajaan dari serangan Naga. Namun, di masa modern, orang tak lagi butuh sihir. Penyihir terpaksa melakukan pekerjaan remeh seperti membersihkan saluran air tersumbat atau mengantar piza dengan karpet terbang demi bertahan hidup.

Jennifer Strange, anak magang di sebuah agensi penyihir yang nyaris bangkrut, suatu hari menerima sebuah ramalan besar. Menurut ramalan itu, Naga terakhir di dunia akan tewas di tangan Pembantai Naga. Jennifer yakin bahwa Naga berkaitan erat dengan keberadaan sihir, jadi jika Naga terakhir tewas, mungkinkah seluruh sihir di dunia akan lenyap? Bertekad menghentikan ramalan ini, Jennifer melacak keberadaan sang Pembantai Naga, dan harus berhadapan dengan antek-antek raja yang menginginkan kematian sang Naga.

Paperback: 268 halaman
Publisher: 1 Oktober 2015 oleh Mizan Fantasi ( (pertama kali terbit 1 Januari 2010)
Original Title: The Last Dragonslayer
Language: Bahasa Indonesia
ISBN-10:
ISBN-13: 978-9794339046

Series: Chronicles of Kazam #1


Jennifer Strange, Seorang anak magang dengan dua huruf ‘n’ berusaha untuk mempertahankan agensi dimana dia bekerja. Seorang anak perempuan yang kemudaan untuk tugas yang diembannya. Tidak hanya satu dua orang yang meragukan kemampuannya dalam mencari Pembantai Naga terakhir, menguasai Tanah Naga yang selama ini dilindungi dalam Perjanjian Naga yang menjadi rebutan banyak pihak,

Pencarian Jennifer Strange berlanjut. Dari pintu ke pintu guna menemukan petunjuk siapakah Pembantai Naga terakhir yang berhak memasuki tanah naga dan keluar hidup-hidup. Karena selain Pembantai Naga atau anak magangnya semua orang yang memasuki Tanah Naga akan mati.  Akhirnya titik terang dia temukan, keberadaan Pembantai Naga terakhir ternyata tidak jauh dari dirinya.

Dengan memperjuangkan pemikiran yang berbeda dengan kebanyakan orang dia mencari cara untuk mengakhiri konflik antara naga dan manusia dengan damai. Dan nagalah yang memberikan kekuatan pada sihir menjadi pertimbangannya untuk melaksanakan tugasnya.


Jennifer Strange bukanlah saudara jauh dari Doctor Strange atau cucu dari Jonathan Strange. Dia hanyalah anak telantar yang mempunyai pemikirannya sendiri. Dengan sedikit keras kepala, berakal cerdas dan dia mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah. Ditulis dengan gaya bercerita penuh dengan sarkasme yang membuat saya tertawa,  tersenyum karena tidak jauh dari kebiasaan sepele ‘mempermasalahkan kalimat sepele dan membuatnya seolah menjadi masalah besar’.

Pemberian nama pada karakter yang sedikit nyeleneh menjadi poin tambah buat penyuka serial dengan genre seperti ini, sebut saja Moobin, Quarkbeast (yang tidak terlalu jelas dia itu apa), Tiger Prawns dan Zenobia sebagian dari karakter yang ‘memenangkan’ nama aneh tersebut. Sayang, karena hal tersebut pula sebagaian orang mungkin akan berpendapat bahwa buku ini tidak digarap dengan serius.

Meski begitu, buku ini sebenarnya mempunyai nilai moral tersendiri. Misal pada satu bagian narasi di awal buku, Jennifer bercerita

Aku yang mengemudi, mungkin di wilayah lain ini aneh, tapi tidak demikian di Kerajaan Hereford ini, yang memang aneh sendiri di antara negara Inggris Tidak-Raya lainnya. karena ujian mengemudinya berdasarkan kedewasaan, bukan usia.

Disini penulis melakukan kritik sosial terhadap orang-orang dengan jelas yaitu Surat Izin Mengemudi (SIM) diberikan kepada orang dengan tingkat kedewasaan yang sudah memenuhi standar bukan dengan bilangan umur mereka. Saya sendiri banyak mendapati bahwa orang-orang di dunia ini yang mempunyai SIM tapi belum memenuhi tingkat kedewasaan yang dibutuhkan. Parkir, sampah, tata tertib berlalu lintas dan segala tetek bengek yang dianggap sepele bagi orang tersebut,

Selain itu penulis juga memberikan kesan bahwa dia tidak puas dengan keadaan negaranya tersebut dengan menggunakan kata Inggris Tidak-Raya, atau mungkin saya yang terlalu berspekulasi terlalu berlebihan.

Menilik masalah terjemahan, sedikit banyak menangkap esensi candaan yang termuat didalam kata-kata yang ada di ceritanya, karena di negara asli penulis, mereka lebih suka bermain komedi dengan berkata-kata dibanding dengan tingkah laku (seperti di negara kita). Guyonan segar yang terkandung dalam kalimat yang bertebaran di buku ini ditulis dengan sangat menarik, tidak menghilang dari inti cerita tapi tidak membuat kening berkerut saat membaca ceritanya.

Ada dua kata di buku ini yang sebenarnya tidak salah, tapi sedikit aneh untuk diterima karena jarang dipakai yaitu adanya kata ‘lungsuran’ dan ‘kemudaan’ (yang saya sengaja gunakan diatas).

lungsur 2/lung·sur /Jw v,lungsuran/lung·sur·an/n pakaian bekas (barang lama dan sebagainya)

kemudaan /ke·mu·da·an /1n perihal muda; 2a keadaan berusia muda: – selalu mempunyai daya tarik yang ajaib;3a cak terlalu muda: mereka nikah – sehingga rumah tangganya berantakan;

Berdasarkan selera saya lebih memilih pakaian bekas, dan terlalu muda. 😀 Terlepas dari itu semua, dalam buku ini suasana London dan Inggris Tidak-Raya hadir dengan suasana yang lebih segar. Cover yang dibuat sedikit kasar pada bagian sisik naga, Taksi warna kuning dan Big Ben yang mewarnai latar sampul memperkuat nuansa dimana cerita berasal tanpa perlu membuka isi bukunya :P.

Together Forever (You’re Invited to a Creepover #8)

12070706_144274472593884_1173009958_nAll the girls in Bunk 9 at Camp Minnehaha wake up one morning having had the same terrible nightmare about a sinister boy in an abandoned cabin in the woods. All the girls, that is, except goody-goody Samantha Harmon. The boy in Sam’s dream was handsome, enchanting, and just so real. Even though Sam knows it’s against the rules to venture into the woods without a counselor, she sets off in search of her dream boy—and finds him! Dennis Shaw is just like the boy from Sam’s dream, and he seems really into her. The only problem is that Sam’s twin sister Ali is jealous of Sam’s new boyfriend, and she’ll stop at nothing to make him her own. But when Dennis gets a little intense and says he wants to be together forever with his dream girl, neither Sam nor Ali realizes just how long forever might be….

Paperback: 129 pages
Publisher: June 26th 2012 by Simon Spotlight
Original Title: Gates of Rome
Language: English
ISBN-10: 1442451599
ISBN-13: 978-1442451599
Product Dimensions: 12.7 x 2 x 20.3 cm
Literary Awards:

Sebuah buku yang merupakan bagian dari You’re invited to a Creepover ini merupakan buku kedelapan dari dua puluh  yang ada.

Bercerita tentang Sam dan Ali, si kembar yang tinggal di Barak 9, Perkemahan Minnehaha.

Kejadian aneh dimulai saat beberapa gadis bermimpi tentang hal yang sama, seorang anak laki-laki yang diberada di sebuah kabin di tengah hutan, Tidak seberapa lama setelah kejadian tersebut, Sam, salah seorang dari si kembar berjumpa dengan anak remaja yang memikat hatinya dan ingin mereka bersama….selamanya


Sebuah kisah horor pendek yang tidak cukup horor bagi saya pribadi. Dan seperti kebanyakan kisah sejenis, misteri yang menyelimuti dibiarkan menyelimuti seluruh buku sampai pada akhir cerita. Dengan ending yang menggantung, cerita ini masih layak dibaca kalau hanya untuk sekedar mengisi waktu luang yang pendek. Adanya keterbatasan halaman membuat cerita sedikit ‘berlari’ di beberapa bagian dan melompat, dan kisah romantisme pun sekedar menjadi kisah cinta instan 🙂