The Fault in our Stars

image

Paperback: 422 pages
Published: December 2012 oleh Qanita (first published January 1st 2012)
Original title: The Fault in Our Stars
ISBN13: 9786029225587
Bahasa: Indonesia
URL:  kaifa.mizan.com
Karakter:  Hazel Grace Lancaster, Augustus Waters
Setting: Indianapolis, Indiana (United States)
Literary awards
Odyssey Award (2013), ALA Teens’ Top Ten Nominee (2012), Indies Choice Book Award for Young Adult (2013), Deutscher Jugendliteraturpreis Nominee for Preis der Jugendjury (2013), Dioraphte Jongerenliteratuurprijs (2013) The Inky Awards for Silver Inky (2012), Abraham Lincoln Award Nominee (2014), Goodreads Choice for Best Young Adult Fiction (2012)


Pertama….*ambil nafas*…

Saya akui saya bukan penggemar genre ini. Akan tetapi harus saya akui kalau buku ini benar-benar bagus. Saya tidak menyangka akan jatuh cinta pada cerita yang ada dibuku ini apalagi dengan genre yang diluar minat saya dan bahkan saya hindari…. pada awalnya.

Kenapa? alasannya sepele…. karena saya mendapati tulisan ‘Romance’ di sampul buku ini… yang jujur saja buat saya (maaf nih) label tersebut salah karena buku ini lebih menitik beratkan kepada drama kehidupan dibandingkan dengan kisah cinta (yah…meski kisah cinta yang ada juga banyak akan tetapi itu juga merupakan bagian dari drama yang ada). Dan karena alasan itu tadi saya hanya melihat buku ini saat ada di rak toko buku yang saya kunjungi meskipun hati sebenarnya ingin membeli. Dan beruntunglah saya diberi buku ini oleh penerbit sebagai tanda terima kasih atas partisipasi dalam mengikuti ajang lain. Salah! Sebenarnya sayalah yang harus banyak berterima kasih kepada penerbit karena memberikan kesempatan pada saya dan gratis untuk membaca buku ini.

(maaf curcolnya kepanjangan)


Bercerita tentang sebuah kisah kehidupan remaja berusia 16 tahun yang bernama Hazel Grace pengidap kanker. Sebuah kisah sederhana dengan mengeksploitasi kisah seorang pengidap kanker? Iya. Akan tetapi kisah yang terjadi tidak sesederhana itu.

Buku ini berkisah tentang perjuangan hidup seorang remaja yang tegar dan gigih dalam menjalankan kehidupannya. Menganggap bahwa dia hanyalah remaja biasa yang tidak mempunyai ‘keistimewaan’ dan hanya ingin menjalankan hidupnya dengan normal, disaat orang lain khawatir dan cemas akan keadaannya. Semangat hidupnya yang besar tidak sebesar kekuatan tubuhnya untuk hidup. Yang tidak suka mendatangi Support Group (yang diterjemahkan sebagai ‘Kelompok Pendukung” yang buat saya pribadi lebih ke “Kelompok Penyemangat” berdasar atas tujuan kelompok tersebut) dimana orang-orang yang mengalami kasus/ kisah serupa berkumpul, bercerita dan saling menyemangati satu sama lain untuk menghadapi permasalahan tersebut.

Waktu pertama kali saya membaca beberapa halaman awal buku ini. Pikiran saya langsung teringat dengan kisah perjuangan anak kecil yang mengalami kesulitan dalam bernafas dan harus membawa tabung oksigen kemanapun dia pergi (meskipun dalam kasus ini dia dibantu oleh anjingnya, Mr. Gibbs).

Kembali ke buku.

Kisah perjuangan Hazel tidak hanya berhenti disitu saja. Berlanjut keinginannya untuk mengetahui kelanjutan cerita buku kesukaannya, perjalanan yang harus dilaluinya dan peristiwa-peristiwa yang dialaminya menjadi kisah yang menarik untuk selalu diikuti. Belum lagi kisah cintanya yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu menjadi ‘bumbu’ tersendiri dalam buku ini.

Kadang saya meragukan buku ini…apakah buku ini benar-benar buku fiksi karena hal-hal yang terjadi didalamnya terasa begitu nyata setidaknya untuk saya. Memainkan emosi saya naik turun, di satu bagian buku ini bisa membuat saya tersenyum dan tertawa karena dialog yang ada didalamnya dan ada saat dimana emosi saya dibawa turun sampai ke dasar (harus saya akui kalau saya hampir menangis sedih) di bagian lain. Terasa tidak asing? Yah, karena itulah hidup, yang saya yakin kita juga mengalami hal yang serupa karena itulah terasa nyata.

Dan dari buku ini pula mengingatkan saya kembali bahwa ‘Jangan hanya melihat keatas, akan tetapi lihatlah kebawah’.

Cukup untuk kisah yang ada dibuku ini karena ketakutan saya untuk mengurangi kenikmatan kalian yang belum membaca buku ini.

Untuk desain sampul sendiri, saya agak keberatan dengan adanya gambar anak kecil, rumah dan segala hal yang ada dibagian bawah (yang berwarna kuning) pada sampul buku terjemahan ini. Karena terkesan (maaf) kekanakan meski saya akui sampul ini eye-catching sekali dengan komposisi warnanya dan mencerminkan sifat tokoh utamanya. 😀

Grafis yang ada di halaman dalam buku ini….ehm… buat saya agak menganggu konsentrasi (saya bilang ‘agak’ lho) bukan karena gambarnya (meski agak ilfil juga liat banyak gambar hati disana…kenapa nggak bintang-bintang aja) tapi ketika gambarnya menumpuk sama sedikit hurufnya, jadi harus memposisikan secara pas tulisan sama mata.

Buku ini juga mengalir begitu saja, Alur ceritanya yang asyik untuk diikuti, penokohan dan penggambaran karakter yang kuat dan jelas.

Kutipan favoritku di buku ini:

“Akan tiba saatnya, ketika semua mati. Kita semua. Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi umat manusia yang tersisa untuk mengingat bahwa manusia pernah ada atau spesies kita pernah melakukan sesuatu. Tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengingat Aristoteles atau Cleopatra, apalagi mengingatmu. Semua yang kita lakukan, dirikan, tuliskan, pikirkan, dan temukan akan terlupakan,” hal. 22

Entah kenapa… waktu baca tulisan itu (dan mengetiknya di blog ini) saya merasa bahwa meski tulisan itu terkesan bahwa semua usaha saya akan sia-sia tapi bagi saya pribadi kalimat tersebut sebagai cambukan bahwa “aku harus melakukan semaksimal tenaga dan kemampuanku supaya aku tidak mudah untuk dilupakan (in a good way of course)”.

Sebuah akhir yang indah untuk kisah yang indah.


Trivia:

Enchilada
adalah makanan utama di kawasan Meksiko. Makanan ini terdiri dari tortilla yang diisi lalu digulung, setelah itu diberi saus cabai. Enchilada dapat diisi apa saja, termasuk daging, keju, kentang, sayuran, makanan laut atau campuran. Source: Wikipedia

 

 

Tortilla
adalah sejenis flatbread yang biasanya terbuat dari gandum. Flatbread adalah roti sederhana yang terbuat dari tepung, air dan garam yang kemudian dipipihkan. Source: Wikipedia

 

 

 

V for Vendetta
adalah film tahun 2006 yang ceritanya diadaptasi dari sebuah novel grafis berjudul V for Vendetta karya Alan Moore dan David Lloyd, yang menceritakan tentang seseorang yang berinisial “V” yang berjuang untuk menghacurkan rezim pemerintahan otoriter di Inggris. Source: Wikipedia

 

 

BiPAP (Bilevel Positive Airway Pressure)
digunakan pada saat membutuhkan tenaga pendukung untuk memompa udara pada saluran pernafasan saat menghirup udara. Indikasinya adalah kita sulit untuk menghirup udara saat bernafas. Termasuk pneumonia, chronic obstructive pulmonary disease, asthma dan status asthmaticus.

Source: Wikipedia

Other :
The Fault in our Stars Movie @ IMDB
The Fault in our Stars @ Wikipedia
The Fault in ur Stars, The Metatext  (Serba-serbi yang ada dibuku ini. 😀 )
John Green (Author)

Original Cover:

Other Editions :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s