Dreamhouse Kings

Judul

Keluarga King pindah dari Pasadena ke Pinedale karena sang ayah mendapatkan dan menerima tawaran sebagai kepala sekolah di sana. Xander yang berumur lima belas tahun yang bercita-cita sebagai sutradara film merasa kecewa dan marah dengan keputusan tersebut, salah satunya karena Pinedale berada lebih jauh dari Hollywood apabila dibandingkan dengan Pasadena. Dae, yang dijanjikan bisa melanjutkan aktivitas kesukaannya bermain sepak bola disana, meski pada akhirnya juga berujung pada kekecewaan karena tidak adanya klub tersebut seperti di kota sebelumnya dan Toria yang tidak peduli dengan semua itu selama masih bisa bermain dengan boneka beruangnya.

Bersama dengan ibu mereka, G yang rela meninggalkan pekerjaannya untuk mengurus keluarganya mereka pindah ke kota kecil tersebut. Dan misteri mulai terjadi setelah mereka membeli rumah untuk mereka tinggali. Perjalanan mereka baru dimulai…

Screen

  1. House of Dark Shadows (Dreamhouse Kings #1)

    Paperback, 304 pages
    Published September 28th 2009 by Thomas Nelson (first published May 6th 2008)
    ISBN 1595547274 (ISBN13: 9781595547279)
    Edition Language English

Perburuan rumah mulai mereka lakukan setelah beberapa hari tinggal di motel untuk sementara. Rumah bergaya Victorian yang dibeli ayahnya untuk tempat tinggal mereka. Masih dalam keadaan kesal, Xander mengutarakan keberatannya dengan rumah yang dia anggap mengerikan tersebut, apalagi terlihat jelas bahwa rumah tersebut sudah berpuluh tahun tidak ditinggali. Mainan anak laki-laki yang dia dan Dae temukan semakin menguatkan ketidakmauan Xander untuk tinggal di rumah tersebut.

Suara-suara aneh mulai terdengar dari rumah tersebut seolah-olah menyuruh penghuninya untuk pergi meninggalkan rumah tersebut. Jejak kaki yang tak biasa pun terlihat di lantai berdebu mengarah ke jendela, jejak kaki dengan ukuran dua kali lebih besar dibanding dengan jejak kaki manusia ukuran normal.

Pintu yang berkeretak dan lantai yang berderik turut membuat Xander dan Dae takut. Tetapi ayahnya meyakinkan bahwa itu hanya halusinasi belaka dan semua akan baik-baik saja, sampai sesosok mahluk tidak dikenal membawa ibunya lari melalui salah satu pintu. Disitulah Xander mulai marah kepada ayahnya yang telah membohonginya dan mengetahui hal tersebut sedari awal, bahwa mainan anak yang dia temukan adalah mainan ayahnya dulu dan tujuan bahwa dia membawa mereka kesitu untuk mencari seseorang. Dan bahwa rumah tersebut diselubungi misteri gelap dan menakutkan, rumah yang diliputi dengan kabar bahwa terjadinya banyak kematian di tempat itu.


Dibuka dengan kisah keluarga King yang menarik, bahkan terlalu gelap sehingga menimbulkan kesan horor di awalnya. Aura rumah yang mereka tempati serasa keluar dari buku dan mempengaruhi pembacanya. Sebagai pemuka cerita, buku ini cukup sukses, sayang akhir dari buku ini terkesan mengecewakan dan terlihat kehilangan arah. Entah bagian awal buku yang berfungsi sebagai pemikat dan berisi dengan hal-hal yang bagus dan berakhir dengan cerita sebenarnya, ataukah bagian akhir ditulis sebagai pemoles cerita.


  1. Watcher in the Woods (Dreamhouse Kings #2)

    Paperback, 304 pages
    Published September 28th 2009 by Thomas Nelson (first published May 6th 2008)
    ISBN 1595547282 (ISBN13: 9781595547286)
    Edition Language English

Ayah mereka (Ed) masih menuntut bahwa semua akan baik-baik saja, berpura-pura tidak terjadi apa-apa meski kenyataannya adalah ibu mereka telah diculik makhluk tidak dikenal. Bersekolah, sarapan, tidur dan beraktifitas seperti yang biasa lakukan saat mereka masih tinggal di Pasadena.

Kenyataan itu membuat Xander merasa muak dan semakin marah kepada ayahnya. Keinginannya untuk melewati pintu tersebut dan mencari ibunya dihalangi oleh ayahnya, karena itulah dia sering mencuri waktu dan bepergian melewati pintu tersebut, pintu yang ternyata adalah portal waktu yang membawanya ke dalam sejarah yang telah terjadi di masa lalu.

Di lain pihak, ada seseorang yang dikenal sebagai Taksidian berusaha merebut rumah tersebut dari Keluarga King. Entah apa maksud dan tujuannya, tapi orang tersebut berhasil meyakinkan Walikota dan Polisi setempat untuk menangkap dan membawa Ed keluar dan memenjarakannya karena dinilai telah membahayakan keluarganya dengan membawa mereka untuk tinggal di rumah tersebut. Dengan menggunakan isu bahwa rumah tersebut berbahaya dan tak layak untuk ditinggali.  Bertepatan dengan saat itulah, Xander kembali dari perjalanannya, menjumpai Dae yang lari untuk memberitahukan kejadian yang berkaitan dengan ayahnya, bahwa dua orang polisi sedang menangkap ayah mereka.

Tanpa menghiraukan apa yang Dae katakan, Xander dengan keterkejutan akan hal yang dia dapati dari tempat yang baru saja dia kunjungi, bahwa Ibunya mendapatkan pesan yang mereka tinggalkan… dan membalasnya.


Buku kedua yang ditulis dengan membosankan, cerita yang membosankan dan sedikit tidak masuk akal buat saya pribadi. Kepura-puraan mereka terlalu nyata apabila dibandingkan dengan hilangnya ibu mereka. Jujur, saya bertahan membaca buku ini karena saya sadari bahwa enam buku yang ada dalam seri ini adalah satu cerita yang dipenggal menjadi enam bagian.


  1. Gatekeepers (Dreamhouse Kings #3)

    Paperback, 320 pages
    Published September 27th 2009 by Thomas Nelson (first published December 30th 2008)
    ISBN 1595547290 (ISBN13: 9781595547293)
    Edition Language English

Dengan ditangkapnya aya mereka, Xander bersikeras bahwa mereka harus tetap berada didalam rumah supaya Taksidian tidak bisa masuk dan mendapatkan entah yang apa dia cari di dalam rumah tersebut. Dae dan Toria menyetujui rencana tersebut meski dalam keadaan takut bahwa siapa saja bisa kembali dan memaksa mereka untuk keluar dari rumah itu.

Beberapa hari kemudian. Mereka mendapati bahwa ada orang yang mencoba memaksa masuk ke rumah tersebut. Dengan keadaan takut karena sebelumnya mereka menjumpai beberapa sosok mengawasi mereka dari pepohonan yang ada di sekitar mereka, mereka sepakat memutuskan untuk bersembunyi tetapi apa daya kedua tamu tidak diundang tersebut berhasil membuka pintu depan dan mempersilakan diri mereka sendiri untuk masuk.

Hal yang aneh adalah dia mengenal Xander dan Dae dan tahu dengan apa yang mereka hadapi.

Beberapa kejadian setelahnya, Toria dengan kesungguhannya bermaksud untuk membantu Xander dan Dae untuk membawa pulang ibu mereka. Xander dan Dae dengan suatu alasan yang tidak bisa kembali ke masa perang karena wajah mereka telah dikenali. Xander yang optimis bahwa Toria akan baik-baik saja dan Dae yang khawatir, akhirnya menyusul Toria untuk membawa adiknya pulang.


Dengan adanya karakter baru yang ditambahkan memberikan warna pada buku yang memang memerlukan boost untuk ceritanya, apalagi dengan pola yang berulang-ulang karena keseluruhan cerita hampir berhubungan dengan cerita perjalanan waktu mereka, kehidupan mereka di rumah, usaha mereka mencari ibu mereka dan bertahan hidup menghadapi lawan mereka.


  1. Timescape (Dreamhouse Kings #4)

    Hardcover, 308 pages
    Published July 14th 2009 by Thomas Nelson Publishers (first published July 7th 2009)
    ISBN 159554500X (ISBN13: 9781595545008)
    Edition Language English

Sekembali ayahnya dari penjara, Keluarga King bertekad untuk membalikkan keadaan yang dihadapinya dengan kehadiran Taksidian. Mereka mulai mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan orang tersebut.

Kejadian berlanjut dengan kejadian yang menimpa keluarga itu. Salah satu anggota keluarga mereka yang terbaring kritis di rumah sakit akibat serangan mendadak di saat yang lain sedang melakukan perjalanan karena sebuah ketidaksengajaan. Kelelahan mulai menghampiri mereka, emosi yang semakin lama semakin tertumpuk dan ketidakjelasan mengenai keberadaan ibu mereka juga membuat salah satu dari mereka nyaris putus asa.

Akhirnya petunjuk yang ditinggalkan mulai terbaca, dan mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan lagi. Kali ini Xander bersikeras untuk berangkat sementara Dae, seperti biasa harus menunggu ayah mereka untuk menyetujuinya. Akan tetapi Xander memaksa bahwa dia akan berangkat dengan atau tanpa Dae.

Karena nasehat yang diberikan kepadanya bahwa mereka harus selalu bersama, dia menyusul Xander untuk pergi ke masa entah dimana portal itu akan membawanya, dan disanalah akhirnya dia bertemu dengan leluhurnya.


Suasana dibawa turun setelah cerita pada buku sebelumnya, masih dengan gaya tulisan yang mudah dimengerti akan tetapi sedikit membosankan (terkadang). Hal yang sama banyak kita temukan pada novel berseri pada umumnya, dimana cerita dibawa menurun dari segi ketegangan supaya bisa mencapai klimaks cerita dengan lebih sukses. Sayangnya, untuk cerita ini, hal ini saya anggap kurang berhasil.


  1. Whirlwind (Dreamhouse Kings #5)

    Hardcover, 314 pages
    Published December 1st 2009 by Thomas Nelson Publishers
    ISBN 1595548157 (ISBN13: 9781595548153)
    Edition Language English

Mencoba melaksanakan nasehat yang diberikan kepada mereka, Xander dan Dae mulai mencoba melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan di masa lalu untuk memperbaiki masa depan. Berdasar insting mereka menjalani keadaan sebagai mana mestinya sembari bertahan hidup dengan kejadian yang berlangsung. Pertaruhan nyawa mereka alami mulai dari serangan kapak dan tombak sampai ke bombardir peluru yang berusaha merebut nyawa mereka.

Xander dan Dae pun mulai menjelajahi dunia di balik pintu tersebut, Dae yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan dan Xander yang hanya ingin mencari petunjuk mengenai ibunya yang sampai saat itu belum diketahui keberadaannya. Di lain pihak, Taksidian-pun mulai menunjukkan jati diri yang sebenarnya, berbicara dengan Xander dan Ed dan mengajukan penawaran untuk mereka untuk pergi meninggalkan rumah tersebut.  Dengan sedikit mengancam akan mengambil jalan kasar apabila mereka tidak menyetujuinya.

Akan tetapi, petunjuk akhirnya mereka dapatkan mengenai siapa Taksidian dan dari mana dia berasal setelah Ed mendatangi temannya, Mike dengan rekaman suara yang dia dapatkan. Sayangnya, di saat itu pula kejadian besar sedang berlangsung di rumah.


Banyak kejadian yang terjadi pada buku ini yang menaikkan minat setelah kejadian terakhir yang bisa dibilang hanya sebuah kebetulan dalam cerita ini.


  1. Frenzy (Dreamhouse Kings #6)

    Paperback, 352 pages
    Published November 29th 2010 by Thomas Nelson (first published May 18th 2010)
    ISBN 1595548947 (ISBN13: 9781595548948)
    Edition Language English

“Semua darah ini, ini adalah darah Dae”, kata Xander kepada Jesse.

Perjalanan terakhir (?) dari keluarga King sebagai pewaris rumah dengan portal waktu didalamnya. Xander dan Dae tersedot ke dalam portal waktu tanpa tahu kemana Waktu akan membawa mereka. Dengan kondisi yang memprihatinkan, Dae mencoba lari dari orang-orang yang memburunya. Sementara itu, Xander berusaha untuk melepaskan diri dan kembali kemana dirinya berasal. Sedangkan Ed dan Toria pergi ke UCLA untuk menemui salah satu temannya, Mike yang merupakan ahli bahasa, meninggalkan Keal bertahan mati-matian menghadapi Phemus.


Keberadaan ibunya terlihat oleh Toria. Sekeluarga mereka akhirnya berjalan melalui portal waktu dan melakukan pencarian. Tak disangka, peristiwa penting terjadi di depan mata mereka…


dream-house-kings.jpg

Dari segi penutup cerita, buku ini saya rasa juga kurang sukses memuaskan pembacanya dengan cerita yang ditulis. Apalagi dengan diselipkannya kisah yang berujung pada peristiwa yang tidak bisa menaikkan klimaks dari cerita ini. Akan tetapi, kisah Xander dan Dae-lah yang lebih berhasil menurut saya, ketegangan dari awal sampai akhir pada bagian mereka.

Konsep Perjalanan Waktu yang digunakan dalam seri ini menggunakan Portal Waktu yang ada dibalik pintu salah satu ruangan yang ada di rumah tersebut. Dengan menggunakan artefak dari antechamber, artefak tersebut akan “mengijinkan” pembawanya memasuki masa tertentu. Artefak tersebut pulalah yang akan menjadi petunjuk jalan pulang bagi mereka, dengan menarik benda yang mereka bawa dari satu masa dari mana mereka datang, Begitu pula setelah mereka kembali dari perjalanan, Angin Waktu akan menyapu dan mencari apapun yang terbawa dari masa yang mereka kunjungi meski hanya debu sekalipun.

Untuk orang yang tersedot tanpa membawa hal tersebut, akan susah bagi mereka untuk kembali ke masanya. Apabila seseorang terlalu lama dan sering menggunakan Portal Waktu, lama kelamaan Waktu akan mengklaim mereka dan menarik mereka ke dalam masa yang Waktu inginkan. Di seri ini, Waktu seolah hidup dan memiliki kehendaknya.

Selain itu, terdapat pula portal yang berada dimasa tersebut dan menghubungkannya dan berfungsi menjadi semacam tempat teleportasi.

noflashimage


Karakter

Edward King – Ed. Kepala keluarga King pada saat ini. Hal yang lucu bagi saya adalah dengan tidak tahannya saya dengan sikapnya yang santai, dan pintar berpura-pura (atau memang tidak peduli) dengan kehilangan Istrinya. Dalam sekali waktu dia berkata kepada Keal, saat mengetahui anak-anaknya melakukan perjalanan waktu tanpa sepengetahuannya bahwa dia juga mencintai istrinya, tapi tidak bila itu berarti dia dipenggal.

Gertrude King  – G/ Gee / definitely not a Gertrude (salah satu candaan keluarga King).  Ibu dari Xander, Dae dan Toria yang diculik setelah mereka tinggal dirumah itu. Tidak pintar dalam bercanda, pintar dan sayang kepada keluarganya.

Alexander King – Xander. Remaja lima belas tahun (hampir enam belas tepatnya) yang bercita-cita menjadi Sutradara Film. Pindah dari Pasadena ke Pinedale adalah hal yang dia benci karena dia beranggapan bahwa berada di Pasadena berarti lebih dekat tinggal dengan impiannya. Berkarakter kuat dan sedikit keras kepala, berbicara jujur dengan keadaan bahkan saat mengatakan bahwa ayahnya adalah pembohong dan semua ini kesalahannya.

David King – Dae. Mempunyai hobi sepakbola (dan menyetujui untuk pindah karena dijanjikan bahwa di sekolah barunya terdapat klub sepakbola yang ternyata kebohongan belaka) dan mempunyai sifat yang bisa dibilang membingungkan. Pada satu keadaan dia ketakutan, setelah itu dia berani meyakinkan diri dan bersemangat, meski setelahnya dia bersembunyi dan mundur. Tapi seiring perkembangan sifatnya menjadi lebih berani. Sangat perasa, bahkan Toria berkata bahwa melihat acara Tvpun akan membuatnya menangis.

Victoria King – Toria. Gadis kecil berumur sembilan tahun yang suka mencari perhatian dan menganggu kedua kakaknya bersama boneka beruangnya yang bisa merekam suara dan memutarnya kembali. Meski begitu, pada saat ibunya menghilang, dialah yang turun tangan untuk memasak untuk keluarganya dan memohon untuk dilibatkan dalam pencarian ibunya setelah dilarang oleh ayahnya karena terlalu muda.

Jesse King dan ayahnya, serta Kimberly King adalah keluarga King lainnya yang muncul dalam cerita ini tapi tidak banyak dibahas, kecuali Jesse.

Karakter lainnya

Keal. Mantan anggota angkatan bersenjata yang sekarang menjadi perawat Jesse.

Taksidian. Seorang konglomerat yang mempunyai pengaruh di Pinedale.

Phemus. Kependekan dari Polyphemus, mahkluk (orang) tinggi besar yang menjadi tangan kanan Taksidian

Kesimpulan

Secara keseluruhan, ceritanya menarik untuk dibaca dan Robert Liparulo cukup sukses menulis cerita bagian horor/ misteri lengkap dengan rasa takut dan merinding di badan. Ditengah cerita, penulis seolah kehilangan fokus dari cerita itu sendiri apakah mencari ibu mereka yang hilang ataukah memperbaiki masa depan yang mereka jalani sekrang. Dengan mencampur kedua hal tersebut yaitu dengan melakukan pencarian Ibu mereka sambil memperbaiki masa depan menjadikan kedua hal tersebut seolah menjadi hal sampingan belaka. Hal ini terbukti dengan akhir yang tidak terlalu kuat dan nyaris tanpa anti klimaks.

Kisah tentang perjalanan waktunya sendiri mengambil porsi yang lebih dari dua pertiga buku malah lebih menarik diikuti, sedikit mengingatkan saya dengan Time Riders. Bedanya adalah cerita Time Riders berfokus pada memperbaiki masa depan sehingga terfokus, dan pada Dreamhouse Kings ceritanya seolah terabaikan.

Perkembangan karakter yang saya sukai adalah yang terjadi pada Dae, yang mengalami perubahan sifat menjadi lebih pemberani, sedangkan Xander tidak banyak yang berubah sedari awal karena sifatnya yang paling menonjol tepat saat dia menolak keadaan saat mereka pindah.

Goodreads’ Review (silakan klik pada sampul buku)

123456

Stamp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s