White Cat, Red Glove & Black Heart (Curse Workers Trilogy)

14714634_1661244364204365_6067498568187379712_n

White Cat (Curse Workers #1)
cw-1Cassel comes from a shady, magical family of con artists and grifters. He doesn’t fit in at home or at school, so he’s used to feeling like an outsider. He’s also used to feeling guilty; he killed his best friend, Lila, years ago.

But when Cassel begins to have strange dreams about a white cat, and people around him are losing their memories, he starts to wonder what really happened to Lila. In his search for answers, he discovers a wicked plot for power that seems certain to succeed. But Cassel has other ideas and a plan to con the conmen.

Paperback, 310 pages
Published May 4th 2010 by Margaret K. McElderry
Original Title: White Cat
Edition Language: English
Series: Curse Workers #1
Characters: Cassel Sharpe, Sam Yu, Daneca Wasserman, Lila Zacharov, Barron Sharpe
Literary Awards: BFYA 2011 list (2011), Andre Norton Award Nominee for Young Adult Science Fiction and Fantasy (2010)


Red Glove (Curse Workers #2)
The cons get craftier and the stakes rise ever higher in the riveting sequel to White Cat.
After rescuing his brothers from Zacharov’s retribution, Cassel is trying to reestablish some kind of normalcy in his life.

That was never going to be easy for someone from a worker family that’s tied to one of the big crime families—and whose mother’s cons get more reckless by the day. But Cassel is coming to terms with what it means to be a worker, and he’s figuring out how to have cw-2friends.

Except normal doesn’t last very long. Soon Cassel is being courted by both sides of the law and is forced to confront his past—a past he remembers only in scattered fragments, and one that could destroy his family and his future. Cassel will have to decide whose side he wants to be on, because neutrality is not an option. And then he will have to pull off his biggest con ever to survive.

Paperback, 325 pages
Published: April 3rd 2012 by Margaret K. McElderry Books (first published April 5th 2011)
ISBN: 1442403403 (ISBN13: 9781442403406)
Edition Language: English
Series: Curse Workers #2
Characters: Cassel Sharpe, Sam Yu, Daneca Wasserman, Lila Zacharov, Barron Sharpe
Setting: New Jersey (United States)
Literary Awards: Cybils Award Nominee for Fantasy & Science Fiction (Young Adult) (2011)


Black Heart (Curse Workers #3)
Cassel Sharpe knows he’s been used as an assassin, but he’s trying to put all that behind him. He’s trying to be good, even though he grew up in a family of con artists and cheating comes as easily cw3as breathing to him. He’s trying to do the right thing, even though the girl he loves is the one he should stay the farthest away from. And he’s trying to convince himself that working for the Feds is smart, even though he’s been raised to believe the government is the enemy.

But with a mother on the lam, the girl he loves about to take her place in the Mob, and new secrets coming to light, the line between what’s right and what’s wrong becomes increasingly blurred. When the Feds ask Cassel to do the one thing he said he would never do again, he needs to sort out what’s a con and what’s truth. In a dangerous game and with his life on the line, Cassel may have to make his biggest gamble yet—this time on love.

Paperback, 296 pages
Published: April 9th 2013 by Margaret K. McElderry Books (first published April 3rd 2012)
ISBN: 1442403470 (ISBN13: 9781442403475)
Edition Language: English
Series: Curse Workers #3
Literary Awards: Andre Norton Award Nominee (2012)

(Books data copied from goodreads)


World where Magic is Illegal

Cassel Sharpe, remaja laki-laki yang mempunyai bakat langka yang dia sendiri tidak sadari. Peristiwa demi peristiwa mewarnai kehidupannya. Kehilangan kenangan, dituduh sebagai pembunuh, anak dari seorang ‘penipu’ dan berbagai hal gelap lainnya. Kemampuan yang dia miliki adalah kemampuan langka dan jarang dimiliki orang lain. Transformasi, kemampuan yang membuatnya bisa mengubah orang menjadi apapun yang dia inginkan, bahkan dirinya sendiri.  Karena itulah dia menjadi incaran banyak pihak, mulai dari mob sampai ke agen pemerintahan.

Ceritanya bisa dinikmati, dengan kisahnya yang sedikit gelap akan tetapi ditulis dengan ringan menjadikan cerita ini bisa dijadikan bacaan di sela waktu. Jumlah halamannya-pun bisa dibilang sedikit, berkisar 300 halaman, tipis dengan alur cerita yang bisa dibilang cepat tapi tidak terkesan terburu-buru meski berakibat banyak detil yang hilang.

Konsep utama berkenaan dengan cerita Cassel yang mencoba melakukan semua hal yang dia anggap benar. Menyingkap pembunuhan, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kakak iparnya sampai menghadapi ancaman pihak luar terhadap dirinya sendiri. Sayangnya, dalam eksekusi penceritaannya buku kedua dan ketiga bisa dianggap lebih sukses daripada buku pertamanya.

Buku pertamanya terkesan serampangan, mungkin karena belum terlalu mengenal gaya bercerita yang Holly Black angkat untuk buku ini. Atau memang seperti inilah dia mengawali serinya. Ide cerita yang bagus dimana menggunakan sihir adalah perbuatan melanggar hukum tidak dapat digambarkan secara jelas pada buku ini. Kenapa? Karena dari awalnya yang mereka lakukan adalah melanggar peraturan dan hal itu membuat kejahatan terlihat entang dan samar. Konsekuensi yang mereka hadapi seolah berlalu begitu saja.

Disini menggunakan sihir adalah perbuatan yang bisa mengiring mereka masuk penjara. Dengan menggunakan konsep penerapan sihir dengan menggunakan sentuhan tangan, disini, semua orang menggunakan sarung tangan untuk menghindari adanya kejadian tak diinginkan. Semua orang. Karena itulah rahasia bahwa mereka seorang worker menjadi sebuah hal yang besar dan dirahasiakan. Terkadang mereka sendiri tidak menyadari bahwa mereka salah satu worker sampai pada saat kekuatan itu muncul. Karena sarung tangan itu pulalah yang mengakibatkan pembedaan mana worker dan mana yang bukan sedikit sulit dilakukan.

Beberapa Worker yang disinggung disini, antara lain

  • Transformation Worker: Seseorang yang dapat mengubah (bagian dari) siapapun menjadi apa saja.

Konsekuensi: Worker tipe ini akan menerima efek balik pada dirinya, kebanyakan mengalami perubahan bentuk fisik atau terkurasnya energi  untuk sementara.

  • Physical Worker: Seseorang yang dapat mempengaruhi tubuh seseorang. Baik mengobati maupun menimbulkan rasa sakit.

Konsekuensi: Worker tipe ini akan mendapatkan efek balik yang menyebabkan rasa sakit pada dirinya, mimindahkan penyakit yang dia sentuh pada dirinya. Meski seiring waktu akan sembuh apabila mereka masih muda, akan tetapi semakin lama kemampuan menyembuhkan diri akan semakin berkurang.

  • Memory Worker: Seseorang yang dapat mengutak-atik memori seseorang. Menghilangkan dari ingatan.

Konsekuensi: Worker tipe ini akan kehilangan memorinya sendiri secara perlahan.

  • Emotion Worker: Seseorang yang dapat mempengaruhi emosi orang lain. Cinta, benci, suka dan semua yang yang manusia rasakan bisa mereka tanamkan. Meski seiring waktu hal yang mereka rasakan akan memudar

Hal lain yang membuat serial ini tidak beraturan adalah penyelesaian hal yang mereka hadapi. Mulai dari ditinggalkan begitu saja, menggantung dan tanpa penyelesaian alias menggantung. Banyak hal pula yang ditutup serampangan sehingga malah menimbulkan tanda tanya besar.

Kesimpulan

Ide dan sebagian cerita bisa dinikmati denygan nyaman, terutama Red Glove dan Black Heart. Meski ceritanya bisa dibilang ngalor-ngidul tapi dalam perjuangan kisah kasih Cassel mendapatkan tempat hangat tersendiri .

[QR] Step on the Crack & Run for Your Life (Michael Bennett #1 & #2)

James

Kyuuu aRRRRR…. …fufufufu…

Kali ini saya mau ngomongin tentang seri lain dari James Patterson dan co-Authornya Michael Ledwidge, yaitu Michael Bennett (sebuah kebetulan semata). Seorang Polisi detektif yang sering bertindak sebagai negosiator dalam sebuah kasus. Memiliki sepuluh anak angkat dikarenakan dia dan istrinya dipastikan tidak bisa memiliki anak sendiri. Maeve, seorang mantan perawat yang kini dalam kesehariannya bertarung melawan penyakit yang dideritanya. Dengan cinta kasih dari suami dan kesepuluh anaknya. Dia terus berusaha melawan kematian.

Jujur saja, untuk seri ini saya belum tidak merasakan diri saya menyatu dengan buku ini. Entah karena masalah bahasa atau memang dari segi penulisan cerita yang kurang menarik. Kita sebut saja alasan yang kedua, karena seri sebelumnya yang saya baca, Women’s Murder Club yang memiliki kisah dan tema yang sama, saya menemukan banyak daya tarik yang tidak saya temui pada buku ini. Jadi kemungkinan yang bisa saya ambil karena gaya bercerita dan pemilihan kata pada buku ini yang sedikit tidak sesuai dengan selera saya.

Mungkin pendapat ini  terlalu awal karena saya baru membaca dua buku pertamanya yaitu Step on the Crack dan Run For Your Life. Buat saya, dari segi cerita sendiri, banyak hal yang lepas dan ditiadakan.

Pada buku pertamanya, Step on the Crack cerita masih terbantu dengan kisah hidup dari sang detektif itu sendiri bersama istri dan anaknya yang bisa dinilai lumayan bagus sebagai pendahuluan keseluruhan seri yang akan diterbitkan, meski pengenalan tokoh dan latar belakang tidak terlalu kuat karena banyaknya karakter yang dikenalkan sekaligus dalam satu waktu. Untuk buku kedua, cerita pendamping  (cerita kehidupan karakter utama) mendapatkan porsi jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan buku pertamanya. Dan harus diakui, cerita pendamping tersebut lebih menarik dibanding kasus yang sedang dia hadapi, lebih mendapatkan kesan dan perhatian khusus. Pada buku kedua, kehidupan Bennett sedikit disinggung dan kisahnya biasa saja, tak banyak hal yang menutupi kekurangannya.

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, penggambaran karakter yang ada terlalu timpang, atau  bisa dibilang hanya karakter utama saja yang dituliskan sedikit lebih detil apabila dibandingkan dengan karakter lainnya. Bahkan latar belakang atau cerita anak-anaknya sendiri tidak disinggung selain fakta bahwa 1. Mereka anak angkat 2. Mereka keturunan Hispanic, Kulit Hitam, Kulit Putih dan Asia 3. Selebihnya hanyalah pemoles belaka.

Kenapa saya mengkritisi hal tersebut, karena pada blurb buku pertamanya. Hal itulah yang dititikberatkan sebagai penarik minat pembaca untuk seri ini.

Kesimpulannya, sampai pada saat ini (buku kedua) saya belum mendapatkan hal yang “wah” dengan buku ini.

Stamp

Women’s Murder Club (Part 1)

WMC

Goodreads’ Link list:
1st to Die (Women’s Murder Club, #1)
2nd Chance (Women’s Murder Club, #2)
3rd Degree (Women’s Murder Club, #3)
4th of July (Women’s Murder Club, #4)
The 5th Horseman (Women’s Murder Club, #5)
The 6th Target (Women’s Murder Club, #6)
7th Heaven (Women’s Murder Club, #7)
The 8th Confession (Women’s Murder Club, #8)
The 9th Judgment (Women’s Murder Club, #9)
10th Anniversary (Women’s Murder Club, #10)
11th Hour (Women’s Murder Club, #11)
12th of Never (Women’s Murder Club, #12)

Wikipedia’s Link

Greets!!!

Selamat pagi-siang-sore-malam semuanya.

Kali ini saya bakalan mengulas salah satu seri yang baru saja saya selesaikan buku-bukunya yang saya punya. Yup…buku-bukunya alias dua belas buku berkelanjutan sekaligus. Karena rasanya entah kenapa bukunya sedikit susah dilepas. Women’s Murder Club karya James Patterson dan Andrew Gross (untuk buku dua sampai tiga) dan Maxine Paetro (untuk buku selanjutnya sampai coretan ini ditulis – buku kelima belas).

Kali ini saya akan membahas keduabelas buku pertamanya (yang kebetulan saya hanya punya sampai buku keduabelas) dan mudah-mudahan saya bisa melanjutkannya ke bagian selanjutnya (untuk buku-buku seterusnya). Disini saya akan menggambarkannya secara keseluruhan buku alih-alih satu per satu karena menurut hemat saya, karena ini masuk dalam kategori misteri yang tidak menarik apabila tidak dibaca sendiri (baca: malas bikin revie per judul).


Berkisah tentang keseharian Lindsay Boxer, seorang detektif wanita bagian pembunuhan dari satuan polisi San Francisco (San Francisco Police Department – SFPD) yang bertugas memecahkan dan menuntaskan kasus yang mereka hadapi, dibantu oleh sahabatnya Claire Washburn yang kebetulan pula bertugas sebagai Medical Examiner, Cindy Thomas, reporter dari harian The Chronicle yang terkadang membantu mendapatkan informasi ‘tak resmi’ dan sebagai ganti berita eksklusif yang ditulisnya. Ada pula Jill Bernhardt, ADA – Assistant District Attorney yang tentu saja membantu dalam hal surat penggeledahan dan sebagainya. Kemudian sebagai tambahan, Yuki Castellano, seorang pengacara muda yang cerdas blasteran Jepang Italia.

Mereka tergabung dalam sebuah perkumpulan tak resmi “bermarkas” di Susie’s, sebuah tempat makan yang sering mereka gunakan sebagai tempat bertemu untuk membicarakan kasus yang mereka tangani dan kehidupan mereka sehari-hari yang kesemuanya ‘off the record’ atau tidak tercatat dalam laporan apapun sampai secara resmi dan tidak bisa digunakan sebagai bahan dalam penulisan artikel (bagi Cindy tentunya) sampai pada saat Cindy mendapatkan lampu hijau dari Lindsay, yang bisa dibilang sebagai ketua dari Women’s Murder Club.


13744096_1745588749012588_990354281_n

Secara keseluruhan, ceritanya ditulis dengan sangat apik, beralur cepat dan bisa dinikmati meskipun beberapa hal masih kurang dalam hal penggambaran latar belakang. Akan tetapi untruk cerita semacam ini, hal tersebut tidak mempengaruhi jalannya cerita karena hal yang digunakan pada akhirnya adalah hal yang tertulis pada awalnya, petunjuk yang ada telah dituliskan sebelumnya meski harus diakui beberapa hal masih tampak samar.

Karakter yang dipergunakan oleh JP dan co-Authornya pun berhasil digambarkan dengan sangat baik dan jelas. Mulai dari Lindsay yang tinggi (menjulang) untuk ukuran perempuan, barhati gigih, pantang menyerah dan mempunyai insting yang bagus dalam setiap kasusnya sampai ke Cindy yang terobsesi dengan pekerjaannya, cekatan dan gesit dan cerdik dalam mencari cara untuk mencari informasi baik untuk klubnya sekaligus sebagai bahan tulisan untuk artikelnya berkenaan dengan kasus yang sedang mereka hadapi.

Tokoh-tokoh minor lainnya seperti Rich, Brady-pun cukup digambarkan dengan sangat baik.

Untuk beberapa buku awal, cerita berfokus kepada Lindsay yang berusaha memecahkan kasus yang ditanganinya bersama dengan rekan kerjanya, Jacobi Warren. Tapi kemudian setelah buku ketiga, cerita mulai lebih fokus ke kejadian lainnya juga, entah dari sisi Claire, Cindy, Jill, Yuki atau tokoh lainnya (mungkin karena penggantian penulis). Bahkan pada buku kesebelas dan keduabelas, cerita berkenaan dengan Lindsay banyak sedikit berkurang.

Drama, tentu saja ada. Meskipun porsinya sangat sedikit, romantisme dan kehidupan pribadi tokoh-tokoh yang ada cukup untuk memberikan warna kepada buku yang bisa dibilang “sedikit kelam” ini. Meski terkadang, saya merasa masih belum cukup dan ada kalanya lebih tertarik kepada keseharian mereka.

Kasus yang dihadapipun sangat beragam, ada yang terjawab dengan mudah, ada yang membutuhkan usaha lebih, bahkan ada yang masih menimbulkan ketidakpastian sampai akhir. Beberapa kasus bahkan malah bisa diselesaikan tapi masih digantung oleh penulis, yang kemudian saya pelajari akan diselesaikan pada buku berikutnya, entah yang mana karena tidak berurutan. Ada pula kasus yang memberikan kepuasan buat pembacanya dan kasus yang.. yah… membuat emosi…sedikit sih tapi. Buku ini pun diwarnai dengan banyak kejadian tak terduga lainnya. Semua kejadian ditulis dengan baik dan memuaskan.

Jujur saya sendiri, memberikan rating dengan ikhlasnya untuk seri ini antara tiga dan lima bintang, dengan mayoritas empat bintang. Mungkin karena saya menyukai wanita tangguh, cerdas dan berkepribadian kuat. #plakk

Overall, saya puas dengan karya James Patterson yang satu ini. Kebetulan saya membaca buku dalam bahasa aslinya, Inggris, karena setelah mencoba terjemahannya yang diterbitkan oleh Gramedia beberapa lembar. Sedikit lucu bagi saya pribadi (mungkin karena saya hanya baca beberapa lembar).

Women’s Murder Club (TV Series)

Women-womens-murder-club-9779111-1024-768

Seperti Sunday at Tiffany’s, beberapa buku Alex Cross dan yang terakhir , Zoo.

Seri ini sempat mencicipi layar televisi dalam perkembangannya. mengangkat konsep serupa dengan bukunya, yang sesuai dengan judulnya. Seri 13-episode ini juga mengangkat kisah tentang Lindsay Boxer dan teman-temannya. Akan tetapi, pada seri ini hanya karakter merekalah yang dipakai dan bukan cerita pada bukunya. Banyak perubahan berkenaan dengan korelasi antar permain, kasus dan lain sebagainya. Seperti misalnya, Tom yang merupakan mantan suami Lindsay, kembali dan bekerja di tempat yang sama sebagai atasan sedangkan pada bukunya hanya disinggung pada buku pertamanya, Cindy Thomas bekerja untuk The Register dan The Chronicle adalah pesaing mereka dan masih banyak lagi.

Jadi buat kalian yang pengen mencoba seri tanpa membaca bukunya, tak usah takut. Karena buku dan TV seri jauh berbeda. Tapi, buat saya pribadi, seri ini tidak sebagus bukunya, meski dibantu dengan visual, akan tetapi saya masih menilai bahwa karakter yang ada di buku lebih kuat. Oleh karena itu, jangan menilai bukunya dari serinya.

Sayang, seri ini hanya bertahan satu musim saja, jadi tidak ada kemungkinan kita bisa mengamati perkembangan para karakternya,

imdb’s Link
Wikipedia’s Link

wmcforfyeah